Selasa, 26 April 2016

Alhamdulillah, Tiga Bulan Pertamaku!

Aku sudah berusia 3 bulan sekarang, sudah seperempat tahun masaku. Menurut buku petunjuk pengasuhan bayi, aku sudah boleh dibawa keluar rumah mengenal lingkungan tempat tinggal disekitarku. Aku juga sudah mengenal bagian tubuhku, aku selalu memperhatikan jemariku dengan seksama, mengengamnnya, menguncangkannya dan seolah mulai berhitung, dan berhitung sepertinya adalah pengalaman manusia sejak dilahirkan. Sejak bulan kedua aku memang suka memasukan jari di dalam mulutku, hingga kini aku bisa memasukan keempat jari dalam mulutku dan bergantian jari kanan dan kiri. Sekarang mulutku juga sering mengeluarkan sedikit lidah seperti menyusu, memainkan lidah seperti bercanda dan itu membuat orang tuaku tertawa.

comments
Minggu, 24 April 2016

Aku, Kambing Jantan & Aqiqah

Usiaku sudah hampir tiga bulan dan orangtuaku baru memiliki kesempatan untuk menghidupkan syiar dan sunnah Rasulullah SAW dengan mengadakan tasyakuran/aqiqahku. Seekor kambing jantan berwarna kream yang kuat dan sehat telah disediakan, untuk disembelih sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat tertentu. Kata aqiqah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong, yang dimaksudkan rambut di kepala aku yang baru lahir. Sehingga Kambing yang dipotong di sebut aqiqah karena rambutku dipotong setelah kambing jantan yang disiapkan oleh ayah disembelih. Semoga kambingku yang menjadi wujud pengorbanan menjadi penebusku, seperti Nabi Ismail yang ditebus dengan seekor kibas (kambing) dalam kisah Nabi Ibrahim AS. Ada juga pendapat bahwa aqiqah adalah pembebasan diriku dari jin yang mengiringi semenjak lahir. Selain itu dengan aqiqah aku telah dapat melepaskan syafaat bagi kedua orangtuaku.

comments
Selasa, 19 April 2016

Budaya Kosu di Timor dan Ma’ Toding di Toraja


Budaya Kosu, foto: fb Atoni van Timor

Kebudayaan itu seperti spora yang yang terbawa angin, entah kemana dan kemudian akan tumbuh dan menjadi sebuah kebudayaan sebagai jejak dari kebudayaan asalnya, atau seperti biji-bijian yang di bawa burung dalam perutnya untuk dibuang ke ranah jauh, bertumbuh dan menjadi pohon kebudayaan yang baru di tanah tempat berlabuh. Sulit untuk menemukan asal muasal budaya karena budaya tumbuh tanpa pemberitahun, bergerak tanpa peta dan berkembang tanpa mengenal dimensi.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;