Kamis, 31 Desember 2015

Warna Warni Desember di Kota Kupang


Bulan Desember tahun 2015, mungkin adalah bulan tersibuk sepanjang sejarah Kota Kupang. Bagaimana tidak, jika beberapa event nasional diselenggarakan di Kota Kupang. Mulai dari Perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Perayaan Hari Ibu Nasional dan khususnya Perayaan Natal Nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di NTT. Di samping itu event tahunan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2015, juga event lainnya seperti expo dan pameran untuk menarik investor dalam rangka menyambut Hari HKSN serta event kegiatan Tour de Timor dengan titik start di Atambua, Kabupaten Belu dan finish di Kota Kupang. Kupang menjadi kota digelarnya berbagai event tersebut, telah menjadi sebuah kepercayaan yang diberikan dan diharapkan agar warga Kota Kupang menjadi tuan rumah yang baik. 

comments
Minggu, 20 Desember 2015

Vatikan, Timor dan Traffic Pengujung Blog yang tiba-tiba Membludak



Kemarin tanggal 19/12/2015, saya dikagetkan dengan traffic pengujung blog pribadi saya yang begitu melonjak, sudah seperti biasanya saya langsung bisa mendeteksi laman apa dari blog saya yang sedang trend dibaca, dan sebab apa yang terjadi sehingga laman itu ramai dikunjungi. Kali ini tulisan saya tentang mitologi Pulau Timor begitu ramai dilihat, entah ada sebab apa dan setidaknya memerlukan sesuatu untuk segera dianalisa. Lalu kemudian di awal pagi ini, di berbagi kiriman media sosial facebook dari seorang teman yang baru dikenal, saya menemukan kutipan tulisan dari Antoninho Benjamim Monteiro yang berisi seperti di bawah ini:

comments
Selasa, 27 Oktober 2015

Tragedi Terbakarnya Bemo Ridho Galih di Kupang 17 Mei 1978


Jam menunjukan pukul 7.00 wita pagi hari. Seperti biasanya masyarakat Kota Kupang memulai aktivitasnya, pergi ke pasar, tempat kerja hingga ke sekolah. Dan seperti biasa pula masyarakat kota menggunakan sarana masing-masing menuju tempat tujuan, jika dekat ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum. Bagi yang menggunakan transportasi umum akan menggunakan angkutan bemo model mikrolet tipe Pick Up dengan pintu penumpang berada di bagian belakang kendaraan. Di tahun 70-an ongkos dalam kota jauh dekat masih sebesar Rp. 25,- saja dan keadaan Kota Kupang saat itu masih lengang, tak banyak kendaraan dan suasana tidak seramai saat ini.

comments
Selasa, 13 Oktober 2015

Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi


Foto: flash-screen.com

Matahari begitu penting bagi kehidupan di alam semesta ini, tanpa sinar matahari tentu tak ada kehidupan. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan sinar matahari, apa jadinya jika sinar matahari tidak ada, dan tanaman tidak bisa melakukan pembakaran melalui proses fontosintesis dan menghasilkan oksigen, maka kehidupan akan menemukan ketidakseimbangan. Matahari selain sebagai sistem yang berfungsi menghidupkan kehidupan juga memiliki misteri penyembuhan bagi kesehatan umat manusia.

comments
Selasa, 22 September 2015

Singgah di Toko Buku Periplus



Bagi peminat atau penggila buku, datang ke toko buku ibarat sedang berekrasi ke puncak gunung atau ke tepi pantai, ada kesan yang selalu bisa dibawa pulang sampai ke rumah selain dengan membeli buku. Toko buku semakin banyak, maka semakin banyak pilihan buku yang diinginkan. Berkunjung ke toko buku menjadi gaya hidup orang modern yang menjadikannya tempat rekreasi fisik dan batin. Penjual buku menjamur dari kelas kaki lima hingga mall, dari lapak pinggir jalan hingga toko buku online, dari toko seadanya hingga ruang megah berpendingin, dari toko buku yang menjual semua kategori umum hingga toko buku spesifik yang menjual tema tertentu. Sehingga toko buku menjadi tempat terbaik membuang waktu!.

comments
Senin, 14 September 2015

Imaji Sebuah Lukisan



Sejenak saya lama mengamati sebuah lukisan di selasar ruang Pameran Seni Rupa Temu Karya Taman Budaya Nasional yang berlangsung di Kupang 9-12 September 2015 yang lalu dan mengambil tema Untaian Sotis. Satu di antara sekian lukisan di pameran itu yang memperlihatkan daya pikat esensi non visual dari sebuah lukisan dengan media 100cm x 100cm acrylic painting karya seniman lokal Geradus Louis Fori berjudul Hawa.

comments
Senin, 07 September 2015

21 profesi yang telah hilang dari Kota Kupang



Kota Kupang, sama halnya dengan berbagai kota di nusantara, berkembang dengan berbagai aktivitas ekonominya. Berbagai macam profesi atau pekerjaan hadir untuk mengadu nasib, untuk bisa menikmati hasil dari pertumbuhan ekonomi kota. Dari penjual asongan hingga pedagang keliling, dari warung makanan hingga kios sembako. Pekerjaan non formal ini menyerap banyak tenga kerja dan merupakan usaha dari kelangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kini beberapa diantaranya berangsur-angsur menepi, bahkan menghilang dan tak muncul lagi untuk selama-lamamnya. Telah terjadi pergeseran prilaku ekonomi yang membuat profesi mereka tidak dibutuhkan lagi. Catatan ini untuk mengenang keberadaan mereka di masa lalu di sekitaran tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an di Kota Kupang. Mereka diantaranya:

comments
Jumat, 28 Agustus 2015

Festival Seni Budaya 17 Kecamatan Flores Timur, catatan kecil

Sumber foto: Benediktus Bereng Lanan

Ketika sedang berada di Kota Larantuka, Flores Timur dalam rangka urusan dinas. Sebuah kebetulan di dekat dengan hotel tempat menginap atau taman kota, sedang dilangsungkan Pentas Seni dan Budaya Flores Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur. Walau tidak mengikuti sepenuhnya saya memiliki gambaran tentang pelaksanaan, proses dan hasil yang didapatkan dari event tersebut. Setiap kecamatan memiliki konsep yang sepertinya dari tahun ke tahun mengambil tema yang sama berdasarkan cerita rakyat turun temurun dalam masyarakat kebudayaan Lamaholot seperti mistisme, tradisi leluhur, tanaman pangan, toponimi, hikayat dan lagenda, asal usul nenek moyang, suka cita dalam panen, perang tanding dan lain sebagainya yang dikemas dalam seni tarian, nyanyian, teater dan drama. Sebenarnya dalam gagasan, kebudayaan di Flores Timur memiliki kebudayaan maritim yang kuat karena terdiri dari Flores daratan, Pulau Adonara dan Pulau Solor. Namun representase dari semua pertujukan kurang menempatkan laut sebagai ruang kebudayaan. Justru semangat darat yang terlihat yang didominasi hasil kebudayaan bercocok tanam berupa pertanian hingga alat-alat perang.

comments
Rabu, 26 Agustus 2015

Negeri di atas awan



Di masa kecil saya suka membaca majalah anak-anak dan menonton film kartun di tv nasional saat itu. Sering saya temui berbagai kisah dan dongeng tentang negeri di atas awan. Satu kisah yang paling diingat adalah benih tanaman yang diberikan seorang nenek tua yang baik hati kepada seorang gadis cantik untuk ditanam. Benih tersebut akhirnya tumbuh dan terus menjulang ke atas menembus awan dan memperlihatkan sebuah negeri di atas awan. Inilah gambaran fantasi sejak zaman nenek moyang, tentang harapan umat manusia bisa menembus dan menyentuh awan. Bukan sekedar mitos, kini kita juga mempunyai kesempatan sejenak berada di atas awan, sebuah negeri di atas awan.

comments
Kamis, 13 Agustus 2015

Dari Telinga Swasta hingga Pohon Telinga


photo: whatjesusdid.org

Dahulu sewaktu masih bersekolah dasar di Kota Kupang, saya sering mendengar istilah telinga swasta. Telinga swasta diartikan sebagai kemampuan mendengar yang kurang. Jika ada teman yang butuh hingga dua kali atau lebih mengulang omongan yang kita sampaikan, maka cap memiliki telinga swasta, sudah kita berikan kepadanya. Dalam bahasa baku, kita tidak akan menemukan kosakata demikian, karena hanya menjadi guyonan kita di masa tersebut yang hingga kini masih dipakai dalam kosa kata bahasa Kupang. Mungkin karena di masa tersebut yang dinamakan dengan sekolah dan instansi swasta masih kalah jauh dengan sekolah dan instansi negeri yang lebih maju, sehingga sebutan swasta menjadi label kelas dua. Namun kini telah berubah jauh, di mana-mana kecenderungan sekolah swasta dan perusahaan swasta jauh lebih baik dibandingkan negeri.

comments
Sabtu, 01 Agustus 2015

Dari Agustus ke Agustus



Dari tahun ke tahun, dari Agustus ke Agustus. Berlahan-lahan disekeliling kita berganti. Pelan atau cepat. Agustus adalah bulan ke delapan dalam tahun kelender Gregorian. Agustus diambil dari nama Kaisar Romawi Octovianus Augustus. Sebelumnya Bulan ini bernama Sextilis yang berarti bulan ke enam dalam sepuluh bulan kelender asli Bangsa Romawi yang dimulai dari Maret. Kemudian Bulan Januari dan Februari ditambahkan sebelum Bulan Maret dalam tahun tersebut, sehingga bulan ke enam (sextilis) berubah menjadi bulan ke delapan (Agustus).

comments
Jumat, 17 Juli 2015

Khotbah Sastrawi



Sebagai muslim kita sudah terbiasa mendengar khotbah di hampir setiap jumatan, tarawih atau hari raya. Namun pertanyaannya, apakah semua khotbah itu memberikan pengaruh pada sanubari kita sebagai pendengar. Sebagai jamaah sholat, kita punya ribuan kali pengalaman mendengarkan ceramah khotbah dari para khatib, dan ribuan kali juga kita mempunyai kesempatan untuk menilai apakah ceramah itu berkesan atau tidak. Tak jarang sebagai jamaah kita tak menangkap sepatah katapun yang diucapkan khatib. Begitu banyak hal yang masuk dalam pikiran kita dan menganggu, sehingga tubuh kita berada di mesjid namun jiwa kita seolah terbang ke permasalahan hidup yang belum terselesaikan di luar sana. Ibarat masuk telinga kiri keluar lagi telinga kanan. Kadang banyak jamaah yang tertidur karena ceramah khatib yang dingin, sehingga muncul penilaian bahwa sesi ceramah hanya membuang waktu para jamaah yang telah rela meninggalkan kesibukannya. Padahal sesungguhnya khotbah adalah syarat sahnya solat jumatan dan pelengkap ibadah solat lainnya, bahkan ada yang menilai jika jamaah tidak mendengarkan khotbah dengan baik akan dianggap kelalaian dan bisa diganjar dosa.

comments
Sabtu, 04 Juli 2015

Polisi Sampah


Latar belakang novel ini bercerita tentang petualangan Simonov Sinesky bersama Malaikat Jibrael mengunjungi sebuah institusi kepolisian di negeri tak bernama. Kisah novel ini menguak perbuatan polisi-polisi di negeri antah berantah yang tak lagi memiliki nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan, dimana sudah banyak oknum kepolisian yang telah bersekutu dengan pelaku kejahatan. Simon Sinesky bersama tokoh imajiner yang diwakili sebagai Malaikat Jibril datang menginvestigasi dan melakukan penyelidikan terhadap polisi-polisi di suatu negeri antah berantah. Dimulai dari polisi berpangkat rendah brigadir hingga perwira tinggi jenderal. Investigasi ini dilakukan berdasarkan buku dosa yang telah dicatat, karena bagaimanapun sebagai mahluk beriman segala amal kebaikan beserta dosa-dosa sudah dicatat untuk dipertangungjawabkan di kemudian hari.

comments
Kamis, 25 Juni 2015

Merayakan Ultah di Usia 33 Tahun



Waktu itu berjalan tanpa kaki, menunjuk tanpa jari, berputar tanpa pinggang dan berdetak tanpa denyut nadi. Waktu dapat membuat apapun di dunia ini menjadi uzur, rapuh dan luruh, demikian juga dengan manusia. Sebagai salah satu entitas penting di alam semesta ini, umat manusia memiliki relasi dengan waktu yang tak dapat dipisahkan. Sayangnya, waktu selalu bersama manusia, tetapi manusia tak selamanya bersama dengan waktu. Sedikit mengingat kembali apa yang telah saya lalui selama 33 tahun ini. Dimulai dari 5 tahun pertama yang dilalui sebagai anak kecil dengan berbagai permainannya, 12 tahun bersekolah dasar dan menengah dengan berbagai pelajarannya, 5 tahun di sekolah tinggi dengan berbagai kisahnya, 3 tahun istirahat sebagai freelancer dengan berbagai pencariannya dan 8 tahun bekerja sebagai pegawai negeri dengan berbagai pekerjaannya.

comments
Selasa, 23 Juni 2015

Sepuluh Tahun Bersama Telkomsel II



Sebelumnya saya pernah menulis tentang nomor telkomsel yang telah saya gunakan selama 10 tahun. Namun baru-baru ini saya mendapatkan informasi unik, yaitu adanya sebuah survey yang dilakukan di Cina, Amerika, Inggris dan Korea. Kesimpulan penelitian tersebut adalah bahwa seseorang yang telah menggunakan nomor ponsel yang sama selama 10 tahun, dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang yang layak dipercaya.

comments
Sabtu, 13 Juni 2015

Makanan dan Minuman Pantangan bagi Penderita Maag


Banyak yang tidak menyadari bahwa kita sedang mengalami gangguan pada pencernaan, terutama di lambung yang oleh masyarakat sering disebut dengan penyakit maag (dyspepsia). Hal ini mungkin dibiarkan saja, karena menganggap penyakit maag hanya penyakit biasa, padahal penyakit ini cukup berbahaya. Tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut dapat mengakibatkan maag akut, maag kronis hingga gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit yang merupakan gangguan fungsi lambung ini disebabkan oleh naiknya kadar asam dalam lambung di atas batasan normal. Sehingga dapat mengakibatkan terkikisnya lapisan mukosa atau selaput lendir yang melindungi dinding lambung terhadap pengaruh asam dan enzim yang biasanya terdapat di dalam cairan lambung. Produksi asam yang berlebihan ini menyebabkan rusak atau lukanya dinding lambung.

comments
Rabu, 06 Mei 2015

Peringatan Hari Bidan Sedunia



Kemarin, atau tepatnya 5 Mei 2015 dirayakan sebagai Hari Bidan Sedunia atau International Midwives’ Day. Rupanya kebidanan di mata dunia sudah dihargai sebagai profesi yang sangat penting, walaupun peringatan Hari Bidan Internasional sudah dirayakan sejak 5 Mei 1991, yang diadakan untuk menghormati jasa para bidan yang pada tahun 1987 mengadakan International Confederation of Midwives Conference di Belanda. Namun gaungnya terasa lemah, dan baru di tahun ini Saya, dan mungkin juga banyak orang yang baru mengetahuinya. Itupun kebanyakan diketahui dari kampanye media sosial semacam twitter dan facebook.

comments
Sabtu, 11 April 2015

Pentas Tarian Bidu Hodi Hakdaur




Nusa Tenggara Timur selalu memberikan corak kebudayaan yang berbeda dengan wilayah lainnya di Nusantara. Salah satunya bisa dilihat dari beragamnya jenis tarian dari daerah ini. Umumnya tarian asal NTT memiliki kesan tarian pergaulan, ritual adat istiadat, pesta  perkawinan,  pesta  panen  baru  atau  acara  dengan nuansa kegembiraan lainnya. Kini tarian yang semula hanya dilihat oleh kalangan terbatas, saat ini telah dipentaskan diruang publik yang lebih luas. Tarian sebagai sebuah kesenian memperlihatkan gerak tubuh yang memiliki irama, dengan menampilkan tema masing-masing seperti tari pergaulan, ungkapan perasaan, maksud dan pikiran. Tarian tentunya selalu diiringgi dengan alat musik yang membantu mengiringi penari untuk lebih mengekspresikan diri secara estetis. Keharmonisan sebuah tari tentunya dilihat dari aspek yang ditampilkan yaitu wiraga (raga), wirama (irama), dan wirasa (rasa). 

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Kolam Inspirasi

 
;