Senin, 31 Maret 2014

Ima Hotel, sebuah catatan tentang nama


Sebuah hotel yang berada di Jalan Timor Raya Nomor 122, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Hotel dibuka sejak awal tahun 2011 dengan fasilitas 60 kamar, yang hingga saat ini terus dikembangkan untuk menjadi hotel berbintang tiga yang nyaman dan ramah di Kota Kupang. Hotel yang dibangun melalui konsorsium Taruna Kusan ini, menjadikan sebagai salah satu hotel bintang dengan kepemilikan lokal di Kota Kupang. Hotel yang menawarkan pilihan akomodasi sederhana terbaik untuk perjalanan wisata atau bisnis dengan lokasi strategis di dekat pantai Laut Timur Kupang, yang memudahkan akses ke berbagai destinasi di Kota Kupang dengan berbagai tambahan pelayanan spesial lainnya. Kehadiran hotel ini akan meningkatkan pertumbuhan konstribusi sektor ekonomi tersier bagi Kota Kupang yang juga tentunya berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

comments
Kamis, 27 Maret 2014

Sebuah Hubungan Jarak Jauh



Entah sejak kapan kata ini dipakai, hubungan jarak jauh atau dalam bahasa Inggrisnya long-distance relationship (LDR) atau dengan tambahan kata romantis menjadi long-distance romantic relationship (LDRR). Mungkin sudah setua dengan peradaban umat manusia, konon kabarnya Adam dan Hawa, ketika diusir dari taman firdaus jatuh ke bumi secara terpisah dalam jarak yang sangat jauh, dengan kontak batin mereka saling mencari keberadaan masing-masing hingga kemudian waktu bisa kembali mempertemukan mereka. Demikian juga berbagai kisah yang mengikuti di segala zaman, di kala sang kekasih terpisah jauh oleh bentangan alam yang memupuk rasa rindu untuk saling bertemu. Seperti sang pelaut yang berlayar jauh meninggalkan kekasihnya, sang prajurit yang ditugaskan di medan tempur hingga sang pekerja yang mengadu nasib di negeri orang.

comments
Rabu, 12 Maret 2014

Kepiting Bakau, Sebutan Sifat Kikir hingga Tuan Krab dalam serial kartun Spongbob



Sekitar tahun 90-an di kota kupang, saya sering melihat pedagang kepiting membawa barang dagangannya dengan mengunakan lalepak, yaitu bilah bambu yang digunakan  sebagai pikulan di bahu untuk membawa barang yang dikaitkan di kedua ujungnya. Uniknya setiap kepiting dibungkus dengan anyaman menggunakan daun kelapa, daun lontar atau juga daun gewang yang masih muda, dibuat seperti dompet yang penutupnya dijahit dengan tali dari daun. Kepiting yang ada dalam bungkusan diberi lumpur untuk membuatnya tetap berair. Cara demikian mungkin untuk membuat kepiting dapat bertahan hidup lebih lama, tetapi kemudian cara membungkus seperti ini tidaklah praktis. Kadang karena terlalu lama kepiting berada dalam bungkusan daun, setelah dimasak daging capitnya terlihat menyusut. Sekarang ini cara membungkus kepiting dengan daun tidak akan ditemui lagi dan hanya menjadi kenangan masa kecil. 

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Kolam Inspirasi

 
;