Jumat, 27 Juni 2014

Menjadi Mempelai Perempuan


“Ketika seorang perempuan memutuskan menikah, Ia akan mengecewakan banyak lelaki hanya untuk dikecewakan oleh seorang lelaki.” (Helen Rowland)

Kutipan di atas, jika diajukan kepada seseorang perempuan, Ia akan menolaknya. Namun jika dilihat dari substansi pernyataan tersebut, mereka seharusnya mengakui bahwa ada hati para lelaki yang harus dikecewakan, ketika mereka telah memutuskan menikah dengan seseorang yang menjadi pilihan. Para perempuan hanya menolak jika mereka akan dikecewakan. Setiap insan punya ekspetasi yang cerah terhadap masa depannya, kita membentuk harapan bagai sebuah garis yang linear, namun nyatanya kadang garis itu bergerak acak. Dalam konteks sebuah hubungan personal misalnya, selalu ada konsekuensi yang harus diterima, dilanjutkan atau berhenti begitu saja, menjadi dimiliki atau tidak memiliki! Entah dalam perjalanannya kebahagiaan dan kekecewaan senantiasa dipisahkan oleh jarak yang tak jauh.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;