Rabu, 27 Juni 2012

Final: Pilkada Kota Kupang 2012-2017


27 Juni 2012, adalah hari pemilihan putaran kedua Walikota Kupang Provinsi Nusa Tengggara Timur. Di saat Ibu Kota Indonesia sedang dalam tahap persiapan Pilkada Provinsi DKI, maka di Kota Kupang telah melalui tahap akhir proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota periode 2012-2017. Tidak bermaksud membandingkan antara Jabatan Gubernur DKI Jakarta dengan Jabatan Walikota di sebuah kota sedang bertumbuh di tenggara Indonesia. Namun dari proses demokrasi yang berjalan dapat dilihat sebuah kesamaan dinamika politik masyarakat yang seiring bertumbuh dalam aras pemilihan langsung pimpinan daerah. Dalam sejarah, Kota Kupang telah melangsungkan dua kali pemilihan kepala daerah secara langsung dan khusus kali ini berlangsung hingga putaran ke-II.

comments
Minggu, 24 Juni 2012

Bunga Rampai Vs Rumpu Rampe

photo: http://theirhands.blogspot.com

Dari judul di atas seolah mengambarkan perbedaan antara kedua kosa kata tersebut baik dari peristilahaan, arti atau juga berkaitan dengan makna. Istilah bunga rampai sudah begitu jamak dipergunakan dalam pembedaharaan bahasa Indonesia. Konon istilah ini berasal dari Sumatra Selatan yang artinya kumpulan bunga-bunga untuk digunakan sebagai sesajen, wadah interaksi supranatural dan merupakan salah satu syarat untuk jampi-jampi dukun. Selain itu bunga rampai juga digunakan untuk bunga tabur makam.

comments
Sabtu, 16 Juni 2012

Kota Bogor, Kota Hujan


Tugu Kujang
Baru pertama kali menginjakan kaki di Kota Bogor. Memang awalnya udara terasa panas, namun menjelang sore hari, hujanpun tumpah ruah membasahi Kota Bogor. Mafhum saja kalau Kota Bogor telah dikenal dengan sebutan kota hujan. Letaknya di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, membuat Kota Bogor memiliki curah hujan yang sangat tinggi sehingga turun hujan (hujan orografis) hampir setiap harinya. Hal inilah yang membuat Kota Bogor menjadi unik. Kota Bogor berjarak 60 kilometer dari pusat Kota Jakarta dan berada pada ketinggian 190-350 mdpl, dengan suhu udara yang relatif sejuk. Kota ini terkenal dengan ikon Tugu Kujang, yang merupakan bentuk senjata tradisional khas masyarakat Sunda yang terletak berhadapan dengan Kampus IPB Baranag Siang.

comments
Minggu, 10 Juni 2012

Perahu Kertas: Menulis dengan lukisan dan melukis dengan tulisan!


Jika kita memasuki dunia melukis maka kita tak bisa lepas dari salah satu nama yaitu Vincent van Gogh. Seorang seniman dunia yang menggeluti seni lukis dan menjadikan sebagai jalan hidup. Dikisahkan bahwa Van Gogh ingin merasakan penderitaan bersama buruh tambang di Borinage, Belgia. Ia bergabung dan hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Disitulah Van Gogh mulai menghibur, menolong bahkan merelakan hartanya untuk para buruh miskin tersebut. Namun hal ini dikritik oleh sastrawan Emile Zola, yang menganggap bahwa tindakan tersebut bodoh dan tidak akan membantu kehidupan para buruh tambang. Sebagai sastrawan Emile Zola lalu menulis buku yang menggambarkan kehidupan dari para buruh tambang tersebut. Jauh lebih banyak membantu mereka dengan membuat penderitaan mereka lebih diketahui secara universal dari pada yang dapat dilakukan oleh Van Gogh dengan cara menderita bersama mereka. 
 
comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;