Jumat, 26 Mei 2017

1 Tahun 4 Bulan dan waktu terus berlalu

di ruang penitipan anak di kantor ayah

Adalah anak yang sehat dengan segala aktivitasnya. Aku menikmati masa-masa pertumbuhanku yang terus mengalami kemajuan. Namun selalu ada tahapan di mana tubuh juga harus mengalami sakit. Di bulan ini aku terkenan semacam demam dengan suhu tubuh tertinggi yang pernah aku alami yaitu 39.2 derajat, tidak terkait dengan gejala diare atau pilek dan aku masih terlihat seperti biasa-biasa saja, mungkin hal ini terkait dengan gigiku yang sedang bertumbuh. Syukurnya sakit demam tertinggi ini tidak menghalangi aku bermain dengan riang seperti biasanya. Untuk pertama kalinya aku sudah bisa menyusun gelang mainan sesuai dengan urutannya, mainan yang sudah dibeli ayah sejak aku masih enambulanan.

Selain itu aku semakin aktif meniru kedua orangtuaku, mulai dari menggunakan bedak dan hand body, mengambil semir dan ingin menyemir sepatu ayah, mengambil 2 botol berisi air 800 ml dan menentengnya dengan susah payah dan juga keinginan untuk mebawa tas ransel karena sering melihat ayah melakukan hal tersebut. Bukan hanya itu berangkat dari pengalaman-pengalaman selama ini aku mulai menyimpan dalam memoriku. Suatu kali aku memuntahkan makan, namun dengan cekatan aku segera mengambil sapu dan segera ingin membersihkan, walaupun tidak maksimal hehehe. Aku juga sudah bisa melakukan aktivitas bohong-bohongan seperti makan dari piring yang kosong dengan celetukan ammm mahhh atau ekspresi puas minum dari gelas yang kosong. Di bulan ini aku sudah bisa memilah tulang dari ikan yang aku makan. Sedangkan makanan kegemaranku adalah mie, kacang merah, ketimun dan kerupuk. Di waktu yang bersamaan aku juga sudah pandai menggunakan sedotan untuk meminum.

Memakai kembang dari halaman dan pertama kali rambut bisa dikepang dua

Di sini juga, aku telah mengembangkan instingku. Salah satunya aku sudah tahu bahwa sebuah acara di televisi atau video di youtube akan segera berakhir, maka aku seraya akan melambaikan daag  tanda perpisahan, ada semacam clue yang dari rentetan kejadian entah itu sorak sorai atau salam perpisahan. Aku seolah memahami kata-kata penutup bahwa sesuatu segera akan diakhiri. Demikian juga aku sering bersorak sorai, jika apa yang aku tonton sedang bertepuk tangan ramai. Aku juga semakin pandai memilih lagu, menganti channel, memilih video youtube antara kartun, tutorial hijab dan make up. Kadang sudah sangat serius menonton televisi, tertawa terbahak-bakhak hingga tertawa yang disengaja.

Salah satu efek dari sering menonton tutorial berdandan di youtube, maka aku juga suka melihat cermin dan seolah berdandan dengan menggunakan bedak dan gincu ibu dan kemudian menyingkirkan sebuah penghalang di cermin termasuk boneka-bonekaku. Rambutku sudah mulai memanjang dan kini sudah bisa dikepang menjadi dua. Aku juga telah menunjukkan ekspresi girang ketika akan diajak berpergian.

di rumah saja dan berlagak memberi instruksi di kantor ayah

Aku juga sudah berjalan dengan lebih baik dan kadang menggunakan sandal yang lebih besar seperti sandal hotel dan sudah berusaha untuk berlari-lari kecil. Aku senang diajakn berjalan-jalan keluar rumah, bahkan karena memaksakan diri berjalan sendiri, aku terjatuh dan menyisakan luka di lutut, ini luka pertamaku. Spesial sejak bulan ini aku sering melakukan aksi akrobatik dengan kepala di bawah dan pinggul diangkat lebih tinggi, yang menurut para tetua ini menandakan aku ingin meminta adik. Dan seolah menjadi permintaan yang wajar, kala hari-hariku bermain dengan sepi tanpa ditemani saudara. Aku juga sudah memeluk bantal dengan cara orang dewasa melakukannya. Kadang dalam tidur aku sering kedapatan seolah bermain dan mengigau sambil menunjuk-nunjukan jari. Kalau bertemu dengan teman sebaya aku sering menunjukkan itikad untuk berinteraksi, namun aku bisa merasa jengkel jika sesuatu yang inginkan tidak tercapai.


pingin bermain di luar rumah, tapi tidak diijinkan

 aksi akrobatik ketika berkehendak memiliki adik, katanya!

Bulan ini aku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar karena di luar sana sana sedang terjadi musim angin yang tak berkesudahan, membuat udara menjadi lebih lembab hangat yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman. Aku sudah pandai menyapa pembeli di kios omaku, seraya menyapa apa.. apa… dan menerima uang dan mengembalikan uang kembalian. Di bulan sebelumnya telah tumbuh sepasang gigi geraham bawahku, di bulan ini mulai tumbuh gigi geraham atas  ku sepasang, dan kemudian menyusul dua di bawah. Pertumbuhan ini disertai dengan demam kecil. Sebagai akhir dari ceritaku bulan ini, aku beberapa kali merusak buku-buku cetak dagangan ayahku dengan coretan-coretan. (*)

Kupang, 26 Mei 2017
@daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;