Rabu, 26 April 2017

15 Bulan atau 1 tahun 3 bulan usiaku...

Di usiaku saat ini aku sedang berusaha berkomunikasi verbal dengan mengeluarkan suara dan kosa kata baru, seperti kata pengulangan, ta.. ta.. ta.. dan ja.. ja.. ja… dan seringkali aku berbicara dengan ngelantur karena semakin banyak kosa kata yang aku miliki. Aku sering mengucapkan kata mana?, kata tanya untuk mencari benda yang aku inginkan atau juga kata ganti untuk susu ibu, bahkan suatu ketika aku sudah berucap mana air minum? Ketika aku sedang mencari gelas air minumku. Begitupun ketika aku mencari botol minyak tawon yang disembunyikan ayah dengan mengucap mana, mana, mana. Tentunya aku menjadi semakin cerewet, hal ini yang kemudian diklaim sebagai pelaksanaan ajaran omaku dari ayah, bahwa untuk mempercepat kemampuan bicaraku, maka perlu dilakukan hal sebagai berikut, yaitu mengambil sejumput nasi yang masih berbuih dari nasi yang ditanak dan lalu diberikan makan kepadaku, konon ini yang membuat anak bayi semakin cerewet dan pintar berbicara, dan juga perlu disadari ini hanya mitos dari nenek moyang.

comments
Jumat, 21 April 2017

Kota Labuan Bajo Hari ini

Pelabuhan Labuan Bajo tahun 2017
Untuk kedua kalinya saya tiba lagi di Kota Labuan Bajo, pertama kali berkunjung di bulan Oktober 2010, hampir 7 tahun kemudian baru kembali menapaki lantai Kota Labuan Bajo. Salah satu kota yang diprediksi akan berkembang signifikan dibandingkan dengan ibu kota kabupaten lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan tidak menutup kemungkinan dari adanya polemik penentuan ibu kota bagi calon Provinsi Flores Raya antara Kota Maumere, Kota Ende dan Kota Mbay, maka Kota Labuan Bajo menjadi alternatif terakhir menjadi ibu kota bagi calon Provinsi Flores Raya, dengan memperhatikan kondisi kekinian dan letaknya lebih dekat dengan ibu kota negara di sebelah baratnya. Walaupun untuk saat ini berdasarkan penetapan pemerintah pusat, Kabupaten Manggarai Barat masih merupakan daerah tertinggal, parameter daerah ditetapkan sebagai daerah tertinggal berdasarkan kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibiltas, serta karakteristik daerah. Hanya empat daerah di NTT yang tidak dikategorikan tertinggal yaitu Kota Kupang, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

comments
Rabu, 19 April 2017

Saat Rossi berkunjung ke Labuan Bajo – Nusa Tenggara Timur


Pada tanggal 23 Januari 2017 yang lalu, siang itu tak ada bedanya hari biasa di Bandara Komodo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, tetiba muncul seseorang yang masih di duga mirip Valentino Rosi turun dari pesawat sendirian tanpa pengawalan. Kru bandara yang sigap lalu mengabadikan kedatangan Rossi melalui vidio dan demikian juga dengan beberapa penumpang lainnya melalui kamera foto. Rossi turun dari tangga pesawat Garuda menggunakan stelan celana pendek dengan jaket dan ransel, sambil menggunakan kacamata hitam dan topi. Dan lalu dipastikan memang sosok Valentino Rosi, ia lalu dijemput oleh temannya berkewarganegaran asing dan kemudian pergi.

comments
Selasa, 11 April 2017

Korelasi Program Pemberdayaan Perempuan dengan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur


Agenda pembangunan sejatinya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan upaya meningkatkan kesejahteraan salah satunya melalui kesetaraan gender. Kesetaraan gender dimaksudkan untuk lebih meningkatkan peran perempuan melalui akses, partsispasi, kontrol dan mafaat pembangunan. Sebagai gambaran data, keadaan penduduk NTT tahun 2016 menunjukkan bahwa secara umum penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Persentase penduduk perempuan sebesar 50,45 persen sedangkan laki-laki sebesar 49,55 persen. Sex ratio penduduk Nusa Tenggara Timur sebesar 98, artinya dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 98 penduduk laki-laki. Namun disayangkan perempuan mengalami berbagai masalah dan seolah termarginalkan dalam pembangunan, sehingga diperlukan penguatan perempuan melalui Be bold for Change, salah satu upaya penguatan perempuan dalam bidang ekonomi terutama bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE).

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;