Sabtu, 26 November 2016

Alhamdulillah, Sepuluh Bulan Usiaku!


Di awal bulan kesembilanku, tepatnya tanggal 29 Oktober, aku mengalami sebuah pengalaman dalam membentuk identitas feminimku, bahwa aku perempuan. Ayah dan ibu membawaku ke Toko Emas Sahabat di Jalan Ikan Tongkol Kupang, untuk memasang sepasang anting-anting. Tembakan pertama di telinga sebelah kiri membuatku kaget dan langsung menangis, untuk tembakan kedua tak membuatku kaget lagi, ayahku yang merasakan karena aku didalam pangkuannya. Sebelumnya aku terlihat maskulin, banyak orang yang melihatku seperti anak cowok, namun dengan telinga yang telah memakai anting-anting, mempertegas diri bahwa aku seorang perempuan. Kini juga aku telah mempunyai gigi genap berjumlah enam, empat gigi seri di atas dan dua gigi seri di bawah, walaupun di sisi lain aku masih tetap rewel di masa pertumbuhan gigiku.

comments
Selasa, 22 November 2016

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sejak Dini di Kota Kupang


Pada tanggal 22 November 2016, bertempat di Aston Hotel and Convention Center Kupang, dilaksanakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sejak Dini. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjsama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA RI) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A NTT). Tema kekerasan menjadi isu utama kenapa kegiatan ini dilaksanakan, mengingat bahwa manusia pada dasarnya sejak lahir telah memiliki hak untuk hidup yang melekat sebagai wujud keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Salah satunya adalah bebas dari penyiksaan maupun tindak kekerasan. Nyatanya kasus kekerasan cukup menyita perhatian masyarakat di Provinsi NTT dalam kurun waktu terakhir ini dengan korban terutama pada perempuan dan anak yang dianggap paling lemah.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Kolam Inspirasi

 
;