Sabtu, 30 Juli 2016

Kenangan dari mencicipi kismis


Sewaktu ibu mertua saya pulang dari umroh ada oleh-oleh yang dibawa, salah satunya adalah kismis. Sebenarnya tak ada yang menarik, hanya kismis sebagai cemilan ini membawa saya melayang sejenak terbawa ke masa silam, masa kanak-kanak yang suka mencicipi apa saja yang terasa menarik dan enak. Seperti manisan, rasa dan kenangan itu membekas, ternyata apa yang pernah dirasakan dalam lidah hampir sebanding dengan apa yang dirasakan dengan indra lainnya yang membawa kita nostalgia ke puluhan tahun lalu.


comments
Selasa, 26 Juli 2016

Beranjak Setengah Tahun Usiaku…


Tak terasa aku telah genap berusia enam bulan dan beranjak setengah tahun usiaku. Di masa inilah semakin banyak pengalaman muda yang aku lalui di bulan ini. Seperti pengalaman naik pesawat dan mudik untuk pertama kalinya, berlebaran bersama keluarga besar ibuku. Aku akhirnya sampai ke Kota Ende - Flores, kota dimana ibuku dilahirkan dan dibesarkan, bertemu dengan semua om dan tante dari ibuku. Seminggu puasa Ramadhan 1437 menjelang lebaran aku sering menemani keluargaku untuk sahur bersama dan kemudian Lebaran 1 Syawal 1437 pertama kalinya aku di kota Ende bersama sanak keluarga ibu, dan aku adalah anggota keluarga paling kecil atau yang terakhir.


comments
Selasa, 19 Juli 2016

Panggung Perempuan Biasa di Kota Kupang


Beberapa tahun terakhir pembangunan fisik di Kota Kupang meningkat pesat. Kehidupan sosial, politik dan ekonomi mengalami perkembangan yang lebih masif dibandingkan waktu sebelumnya. Walau perkembangan Kota Kupang bisa dikatakan terlambat jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia bagian Timur, namun kini kehidupan masyarakat kota Kupang mengalami pergeseran kehidupan ala urban yang mempengaruhi paradigma dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Ada pergumulan batin dalam mencerna berbagai realitas, apakah pembangunan selamanya memberikan manfaat yang besar atau pada sisi lain memberikan ujian. Sehingga dibutuhkan ruang partisipasi antara ide dan realitas, dimana suara-suara itu bisa terdengar tanpa ada kekangan idiologi, ekonomi dan terlebih politik.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;