Selasa, 22 September 2015

Singgah di Toko Buku Periplus



Bagi peminat atau penggila buku, datang ke toko buku ibarat sedang berekrasi ke puncak gunung atau ke tepi pantai, ada kesan yang selalu bisa dibawa pulang sampai ke rumah selain dengan membeli buku. Toko buku semakin banyak, maka semakin banyak pilihan buku yang diinginkan. Berkunjung ke toko buku menjadi gaya hidup orang modern yang menjadikannya tempat rekreasi fisik dan batin. Penjual buku menjamur dari kelas kaki lima hingga mall, dari lapak pinggir jalan hingga toko buku online, dari toko seadanya hingga ruang megah berpendingin, dari toko buku yang menjual semua kategori umum hingga toko buku spesifik yang menjual tema tertentu. Sehingga toko buku menjadi tempat terbaik membuang waktu!.

Kali ini sejenak saya berada di Toko Buku Periplus, toko buku yang sudah beberapa kali saya singgahi di Soekarno Hatta Airport Departure Gate 2F. Berada di sebuah toko buku di kompleks bandara sambil melihat-lihat buku, mengingatkan saya pada sebuah toko buku di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy di New York City dalam film The Terminal yang dibintangi oleh Tom Hanks dan Catherine Zeta-Jones di tahun 2004 lalu.




Dari informasi yang saya dapatkan, bahwa toko buku ini memang hanya ada di ibu kota dari 8 provinsi yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lombok  dan Medan, dengan kurang lebih 39 cabang toko yang kebanyakan berada di mall dan bandara. Jadi beruntung bagi pengujung dari daerah lain datang ke toko buku ini dan semakin banyak referensi bagi kita untuk membanding-bandingkan toko buku yang eksis di tanah air.

Khusus untuk cabang toko bandara disesuaikan dengan jam operasional, sehingga punya pengalaman bisa melihat-lihat dan membeli buku impor di jam 5 pagi, sesuai dengan jam buku toko yang sama dengan business hours bandara antara jam 05.00-22.00, bahkan berdasarkan informasi di Toko Buku Periplus Ngurah Rai Airport International Airside dan Landside Area buka 24 jam non-stop, jadi terbayang bisa membeli buku offline setiap saat. Mungkin pelayanan ini disesuaikan dengan moto Toko Buku Periplus yaitu Indonesia’s leading bookstore dengan mengambil ceruk pasar tersendiri.



Walau bukan pemimpin sejati pasar retail buku di tanah air, Toko Buku Periplus memiliki market tersendiri seperti koleksi buku impor berkualitas dan membuka cabang-cabang di bandara dengan segmentasi bagi orang yang membutuhkan bacaan pada saat berpergian, menjadikan buah tangan atau sekedar menjadi tempat singgah sebelum menuju ruang tunggu bandara. Koleksi buku di bandara memang tak selengkap dengan toko buku yang memiliki ruang display dan space yang lebih luas, namun selalu menunjukan koleksi yang paling dicari dan populer. Jika di toko buku lainnya kita biasa membeli buku penulis asing terbitan lokal berbahasa Indonesia atau versi terjemahannya, maka di toko buku ini kita bisa membeli versi aslinya dalam bahasa Inggris. Bahkan yang menariknya banyak buku-buku impor tentang Indonesia dengan berbagai tema seperti sejarah, sosial, budaya dan politik yang ditulis oleh penulis asing dijual ditoko ini. (*)

 Jakarta, 22 September 2015
©daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;