Rabu, 03 Desember 2014

Menyeberang ke Pulau Ende – Flores



Pelabuhan Pasar Mbongawani – Kota Ende

Kali ini saya punya kesempatan menyeberang dan jalan-jalan ke pulau kecil yang ada di Nusa Tenggara Timur yaitu Pulau Ende. Pulau yang berada di selatan Pulau Flores ini, tepatnya berada di Barat Daya Kabupaten Ende. Nama pulau diambil dari nama kabupaten induknya, dan juga sama dengan nama ibu kota kabupaten. Menurut mitologi masyarakat setempat, Pulau Ende adalah jelmaan parang yang digunakan oleh Gunung Wongge untuk memenggal kepala Gunung Meja. Hal ini terlihat dari bentuk pulau yang menyerupai parang yang memanjang. Kisah tentang mitos Pulau Ende dapat dibaca lengkap di sini

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;