Kamis, 20 Februari 2014

Lembur, Pulang Larut Malam


Ilustrasi: http://mikhamakalew.tumblr.com

Untuk kesekiankalinya pulang malam. Waktu yang sempit membuat kita seolah berpacu dalam pekerjaan dan pekerjaan harus segera diselesaikan (the point in time at which something must be completed). Entah sudah berapa banyak malam-malam yang dihabiskan dengan lembur. Pulang malam dengan suasana jalan yang hening ketika waktu telah menunjukkan hari baru, lewat tengah malam atau sesekali pulang di pagi hari. Pulang larut malam dengan kendaraan roda dua, menikmati alur membelah jalanan malam yang telah pekat oleh cahaya malam. Pulang malam membawa rasa letih, dan obat terbaik adalah sesegera mungkin terlelap dalam tidur. Lembur menjadi momok namun juga dinilai sebagai penambah kesejahteraan.

comments
Rabu, 05 Februari 2014

Kisah Percintaan Tiga Gunung


Gunung Meja dengan puncak yang terpenggal, dilihat dari Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende

Gunung memiliki sisi eksotis diantara hamparan daratan. Gunung tunggal dan gunung dengan jumlah yang banyak atau disebut dengan pegunungan memiliki keindahan lanskap yang begitu menawan. Tak heran jika gunung-gunung selalu diabadikan dalam gambar, lukisan dan potret hingga scene film, tak heran juga banyak orang yang selalu ingin mendaki hingga ke puncaknya. Konon kabarnya gunung berfungsi sebagai penopang bumi dengan langit, agar bumi bisa tetap berada diporosnya mengelilingi matahari. Karena berdimensi besar, banyak gunung yang dianggap memiliki nilai mistis lalu disembah, hingga dijadikan tempat pertapaan, tempat persembunyian mahluk gaib dan atau sebagai penjelmaan dari hewan atau manusia, sehingga gunung hampir selalu dekat dengan mitos. Kisah mitologi Yunani misalnya menyebut gunung sebagai kediaman dewa-dewa seperti, Gunung Olympus yang didiami oleh Dewa Zeus dengan saudara-saudaranya yang bermusuhan dengan Atlas dengan para Titan yang mendiami Gunung Othris, perseteruan dua kubu ini dikenal dengan perang Titanomakhia.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;