Minggu, 30 Juni 2013

Soevenir dari Waingapu – Sumba Timur


Ketika berada di Kota Waingapu, saya berkesempatan jalan-jalan di Pasar Matawai, yang masih semrawut karena masih menunggu rehabilitasi pasar yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Menariknya saya menyinggahi salah satu lapak pedagang kaki lima yang mengelar dagangan cenderamata benda seni dan budaya khas Sumba, diantaranya saya melihat kerajinan tulang, logam hingga tenun ikat. Berbagai soevenir ini ditawar dengan harga yang termurah puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung kerumitan benda yang dibuat hingga nilai intrinsik dan ekstrinsiknya atau juga karena keantikannya.

comments
Senin, 24 Juni 2013

Oleh-Oleh Kacang Mete khas Pulau Sumba


Jika punya kesempatan berkunjung ke Pulau Sumba, jangan lupa membeli oleh-oleh kacang sumba, itulah pesan teman-teman jika hendak pergi ke Pulau Sumba. Pulau Sumba yang dikenal sebagai destinasi wisata lokal dan internasional ini memang menarik untuk dikunjungi, selain karena panorama alam dan khazanah budayanya, para wisatawan juga dapat membeli berbagai benda seni dan budaya yang banyak ditemukan dari pasar tradisional hingga art shop, yang juga menarik adalah oleh-oleh peganan khas dari Pulau Sumba. Salah satu yang sering di cari adalah kacang sumba dan terutama kacang mete, atau juga biasa disebut dengan kacang mede atau kacang mente, yang merupakan hasil bumi Pulau Sumba. Kacang mete berasal dari jambu monyet (cashew) yang diambil bijinya, dikeringkan dan kemudian digoreng dan dapat langsung dimakan.

comments
Jumat, 21 Juni 2013

Postingan Tulisan Ke-100

photo: http://jinu7.com

Ini adalah postingan ke seratus dari blog yang saya kelola. Sudah saya sangka sebelumnya bahwa saya akan mencapai angka demikian dari tekad harus keep moving dalam memposting berbagai tulisan baru di blog ini, walaupun berusaha dengan meluangkan sedikit waktu dari kesibukan pekerjaan yang ada. Alhasil saya telah sampai pada postingan yang ke seratus. Ini tentu akan memberi pengharapan bahwa blog yang saya kelola akan berkembang menjadi lebih baik lagi, karena disinilah saya mulai belajar menulis, belajar merangkai kata, belajar menyampaikan gagasan dan ide, belajar berbagi pengetahuan dan informasi, belajar menerima kesalahan dan lain sebagainya.

comments
Senin, 17 Juni 2013

Buku: Koepang Tempo Doeloe

Sebuah buku tentang khazanah sejarah Kota Kupang berjudul “Koepang Tempo Doeloe”, setidaknya menambah deretan buku-buku sejarah yang masih sedikit tentang keberadaan kota Kupang dalam skala lokal hingga nasional. Buku yang menambah referensi tentang Kota Kupang ini, tentunya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Kupang yang merindukan dan ingin kembali menemukan unsur heritage pembangunan Kota Kupang dari masa ke masa, dan dibawakannya ke hadapan pembaca sebagai bacaan alternatif kilasan sejarah dengan nuansa yang baru dan sedikit berbeda. Salah satunya adalah dengan menguatkan kajian dengan menambah unsur folklore atau cerita rakyat yang berkaitan dengan migrasi komunitas yang semula berasal dari sejarah penceritaan (oral history).
comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Kolam Inspirasi

 
;