Jumat, 27 September 2013

Ketika Koleksi Museum dibawa ke Ruang Kreatif, catatan pendek penyelengaraan “Koteklema & Ksatria Laut Lamalera” di Museum Nusa Tenggara Timur


Bagaimana jadinya bila semua yang ada di museum menjadi hidup, seperti kisah penjaga malam museum Larry Daley yang diperankan aktor Ben Stiller dalam film Night at the Museum. Ia harus kepayahan menghadapi semua koleksi museum yang secara tiba-tiba hidup di setiap malam dan membuat semua kegaduhan hingga pagi menjelang. Begitu menariknya film fantasi ini seolah kita diajak bernostalgia hingga ke masa ratusan hingga ribuan tahun lalu, mewakili berbagai peradaban yang dikemas berada dalam satu ruang dan waktu yang sama. Namun itu hanya sebuah karya fiksi imajinatif, lalu pertanyaannya adalah bagaimana cara untuk menghidupkan maseum dalam arti sesungguhnya.

comments
Senin, 16 September 2013

Ruang Tunggu Bandara El tari yang over capacity


Jika Anda pernah datang atau berangkat dari Kupang menggunakan jasa transportasi udara maka Anda akan menngunakan prasarana Bandar Udara El tari. Bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II ini memulai aktivitasnya sejak dini hari dengan penerbangan pertama pukul 06.00 Wita hingga tengah malam pukul 24.00 Wita dengan penerbangan terakhirnya. Maskapai penerbangan yang beroperasi adalah Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Lion Air, Sriwijaya Air, Wings Air, Sky Aviation, Trans Nusa dan Susi Air. Namun Anda suatu saat mungkin akan merasakan ketidaknyamanan di ruang tunggu manakala pada jam sibuk, para penumpang banyak yang tidak kebagian tempat duduk. Hal ini dimaklumi saja bahwa Kota Kupang sebagai kota yang bertumbuh sedang mengalami perkembangan yang juga berpengaruh pada aspek tranportasi masuk dan keluar. Saat ini bandara melayani rata-rata 1.200-1.500 orang atau 2.500-3.000 orang pada musim mudik per harinya atau kurang lebih 1 juta penumpang setiap tahunnya dan terbagi dalam 20 sampai 30 kali penerbangan dalam sehari.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;