Selasa, 30 April 2013

Bilamana Ketampanan di Permasalahkan!



Beberapa minggu terakhir berbagai media dalam dan luar negeri merilis berita tentang tiga orang pemuda delegasi asal Uni Emirat Arab (UEA) yang di usir keluar dari Arab Saudi. Ceritanya berawal dari tiga orang pemuda asal UEA yang datang ke Arab Saudi untuk menghadiri festival kebudayaan Janadriyah Heritage and Culture Festival di Riyadh. Mereka bersama delegasi lainnya, sedang mempromosikan pariwisata UEA di festival tersebut, namun kemudian aksi mereka dihentikan oleh rombongan polisi syariah yang datang menyerbu ruangan dan menarik keluar ketiga tersebut dengan alasan, "mereka terlalu tampan". 

Polisi syariah beranggapan bahwa ketiga pemuda ini akan membuat para perempuan yang menghadiri festival tersebut jatuh hati dan tak dapat menahan diri, kemudian tergoda imannya dengan ketiga pemuda tampan tersebut. Ketiga pemuda itu dikabarkan langsung dideportasi ke Abu Dhabi, UEA oleh pihak imigrasi Arab Saudi. Salah satu dari tiga pemuda itu diketahui bernama Omar Borkan Al Gala (33 tahun), aktor, fotografer fashion, model dan penyair populer asal Uni Emirat Arab (UEA), sedangkan identitas dua pria lainnya masih belum diketahui. 

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Muslim Sunni, Arab Saudi selama ini dikenal sebagai negara yang sangat konservatif. Hal-hal yang dianggap mencederai syariah akan ditertibkan. Salah satunya adalah ketampanan yang bisa membuat gejolak di masyarakat, begitulah hukum syariat Islam yang berlaku di negara itu. Kehadiran ketiga pemuda tersebut dikuatirkan akan memicu pengunjung perempuan menggunjingkan mereka karena ketampanannya. Bahkan jika diijinkan tinggal lebih lama akan berdampak pada kaum hawa Arab Saudi terhadap godaan duniawi.

Namun muncul berbagai pertanyaan, siapa yang diuntungkan oleh pemberitaan ini. Mengapa hanya seorang yang diketahui dari tiga orang yang dilaporkan dideportase?. Mengapa berita ini cepat menyebar melalui jaringan online ke seluruh dunia?, dan masih dengan beberapa pertanyaan lainnya. Belakangan diketahui bahwa heboh berita ini sengaja untuk dilebih-lebihkan, bahwa orang tampan di Arab Saudi juga adalah hal biasa saja. Dalam pelaksanaan Festival Janadriyah Heritage and Culture, yang kabarnya mirip dengan Jakarta Fair, terdapat sebuah stand milik Uni Emirat Arab (UEA), yang mengelar acara nyanyian dan tarian yang mengundang perhatian orang banyak, sehingga polisi syariah (Hai’ah) turun tangan menertibkan. Mereka menegur tiga orang pemuda yang berada di stand dan meminta  kepada panitia stand tersebut menarik mereka keluar, tetapi kemudian panitia mengambil tindakan untuk segera memulangkan mereka bertiga kembali ke UEA, tidak seperti dikabarkan bahwa Pemerintah Arab Saudi mendeportasi mereka secara paksa. Begitu juga pemberitaan bahwa pengusiran tiga pria tampan ini berhubungan dengan kemarahan polisi syariah Arab Saudi karena di hari sebelumnya UEA mendatangkan seorang aktris seksi ke festival tersebut tanpa memberi tahu pihak berwajib yang membuat kehebohan di kalangan pria-pria Arab Saudi.


Lalu kira-kira siapa yang diuntungkan oleh berita ini, apakah para jurnalis dengan alasan menambah nilai jual berita atau mungkin kita bias menemukan jawaban lain, tengok saja fan page milik Omar Borkan Al Gala, yang sebelum pemberitaan ini mengemuka hanya memiliki puluhan ribu like dan orang yang membicarakan soal ini. Namun setelah ekspose media, hingga tulisan ini dibuat telah mencapai 539.645 like dan 546.337 orang membicarakan hal ini. Berita tentang ketampanan ini membuat penasaran kaum hawa, tidak main-main hampir diseluruh dunia, mereka mencari identitas si Omar dan foto-fotonya, di fan page-nya mereka umumnya memuji-muji ketampanan Omar, mengagumi pandangan tajam mata Omar serta bibirnya yang dianggap seksi. Ada juga yang menanyakan bagaimana pendapat Omar karena dianggap terlalu tampan dan sebagian lainnya lagi menawarkan Omar untuk datang ke negara mereka tanpa harus dideportase. Herannya juga mengapa baru kali ini berita tentang ketampanan menjadi heboh, apakah karena berita tentang kecantikan perempuan di berbagai media di dunia menjadi hal yang biasa dan membosankan, sehingga muncul berita ketampanan yang menarik perhatian kalangan hawa, setidaknya sebagai bentuk perlawanan terhadap pengaruh gender pemberitaan kecantikan yang selama ini didominasi untuk pasar laki-laki, entahlah!.

Sebagai seorang penyair Omar juga pandai menekuk hati perempuan, kata-kata yang pernah ditulis di statusnya bahwa kecantikan perempuan harus dilihat dari kedua matanya. "The beauty of a woman must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides". Dia juga sempat menulis tentang apa yang dialaminya di Arab Saudi, "This is what written in newspapers in over the world :) UAE men ordered to leave Saudi Arabia for being 'too handsome'. Read More : http://bit.ly/ZBwe4V”.

Kisah ketampanan juga pernah dipermasalahkan sekitar 3700 tahun silam atau tepatnya di masa Nabi Yusuf a.s. (1745-1635 SM), yang merupakan seorang nabi agama samawi (langit). Dalam hikayat nabi Yusuf a.s., disebutkan sebagai laki-laki tertampan di dunia. Diceritakan bahwa ketika Yusuf tumbuh remaja, istri tuannya yang bernama Zulaikha, tak bisa menahan diri untuk menggoda Yusuf karena ketampanannya dan dipastikan setiap perempuan yang melihatnya pasti terkesima. Namun karena pertolongan Allah sehingga imannya kuat, Yusuf menolak ajakan isteri tuannya. 

Berita ini menjadi heboh di penjuru negeri, terdengar isu bila isteri-isteri pembesar negeri mempergunjingkan apa yang telah dilakukan oleh Zulaikha kepada Nabi Yusuf. Karena merasa dirugikan, Zulaikha kemudian mengundang para istri pembesar tersebut untuk memperlihatkan kenyataan. Zulaikha menghidangkan kepada para tamunya buah-buahan disertai dengan pisau tajam, lalu kemudian meminta Nabi Yusuf berjalan mengelilingi para undangan. Alhasil, setelah para undangan memperhatikan dengan jelas ketampanan Nabi Yusuf, mereka kagum dan tercengang sampai tidak terasa mengiris-giris jemarinya sampai terluka dengan darahnya mengalir. Melihat ketampanan Nabi Yusuf, mereka akhirnya mengerti apa yang mendasari perbuatan yang telah dilakukan oleh Zulaikha, mereka bahkan menilai Nabi Yusuf a.s. bukanlah manusia tetapi sesungguhnya adalah malaikat. Karena semakin gempar akibat ketampanan Nabi Yusuf a.s., maka para pembesar istana akhirnya mengambil keputusan untuk memenjarakan Nabi Yusuf. 

Dengan demikian sesungguhnya kisah Nabi Yusuf seperti terulang di berbagai masa, ketampanan kemudian menjadi hal yang dipermasalahkan dan kini ketampanan menjadi tren berita hangat dari berbagai kisah dan berita tentang kecantikan para selebritis yang mendunia. Jika pemuda tampan saja sudah membuat perempuan jatuh hati apalagi lagi jika diberi predikat too handsome. (*)

 Kupang, 30 April 2013 
©daonlontar.blogspot.com

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;