Minggu, 28 April 2013

Arti Sebuah Senyuman


“Apalah arti sebuah senyuman?” meminjam bahasa sastrawi ala Shakespeare, begitulah kira-kira pengantar dari sebuah tulisan ini. Jawabannya mungkin sederhana bahwa senyum memberikan hidup lebih berarti. Bukankah senyuman adalah awal dari persehabatan yang baik. Senyuman semacam chemistry yang mengikat, ada yang sementara saja atau mungkin untuk selamanya.

Memang senyuman memiliki begitu banyak manfaat dalam kehidupan sosial, cari saja informasi tentang senyuman di berbagai media, niscaya anda akan begitu banyak menemukan berbagai tips hanya di mulai dengan sebuah senyuman. Seperti menjadi daya tarik personal, merubah perasaan, menularkan kebaikan, menghilangkan stres, meningkatkan imunitas, menurunkan tekanan darah, melepaskan hormon untuk mengendalikan rasa sakit, membuat awet mudah, memeberi wibawa dan berpikir hal positif.

Senyuman adalah ekspresi jiwa yang mendasar dan tentunya menjadi indikator kebahagiaan seseorang. Sebagai ekspresi perasaan, senyuman juga bisa menghadirkan arti lain, hal itulah yang kadang membuat orang lain sulit mengartikan senyuman yang misterius, yang sungguh-sungguh egnimatik. Senyuman misteri itu, hanya dihadirkan dari bibir perempuan yang tentunya bisa merubah sebuah keadaan. Dalam beberapa scene  film Clash of the Titans (2010), tokoh Io yang diperankan oleh artis Inggris Gemma Christina Arterton, memberikan senyuman eksplisit, seolah menyimpan hasrat dan misteri.


Suatu senyum bisa menampakan sisi keikhlasannya. Walau hanya sekejap, senyuman bisa memberikan kenangan yang akan terus berlangsung lama. Arti senyuman perempuan terhadap laki-laki adalah memberikan rasa kesejukan yang ingin selalu disimpan dengan perasaan tersanjung. Bagaimana seandainya senyuman itu dilukis supaya abadi, seperti yang dilakukan oleh para pelukis, atau dipuisikan oleh para pujangga agar selalu dikenang, atau juga dinarasikan oleh para penulis agar selalu dapat dibaca.

Senyuman tipis pertama akan selalu berkesan yang akan dibawa pergi kemana saja, walau hanya dalam tempat yang diam dan sesaat. Atau melekatkannya pada cermin sebagai pembayangan maya yang selalu menduplikasi keaslian senyuman. Senyuman menjadi oase dari sebuah penantian panjang yang akhirnya dapat mengurai begitu banyak kekusutan dalam kehidupan. Mungkin benar apa yang dikatakan Phyllis Diller, seorang seniman dan komedian Amerika, bahwa “sebuah senyuman, adalah sebuah lekukan yang dapat meluruskan banyak hal”. (*)


Kupang, 28 April 2013 
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kolam Inspirasi

 
;