Selasa, 30 April 2013

Bilamana Ketampanan di Permasalahkan!



Beberapa minggu terakhir berbagai media dalam dan luar negeri merilis berita tentang tiga orang pemuda delegasi asal Uni Emirat Arab (UEA) yang di usir keluar dari Arab Saudi. Ceritanya berawal dari tiga orang pemuda asal UEA yang datang ke Arab Saudi untuk menghadiri festival kebudayaan Janadriyah Heritage and Culture Festival di Riyadh. Mereka bersama delegasi lainnya, sedang mempromosikan pariwisata UEA di festival tersebut, namun kemudian aksi mereka dihentikan oleh rombongan polisi syariah yang datang menyerbu ruangan dan menarik keluar ketiga tersebut dengan alasan, "mereka terlalu tampan". 

comments
Minggu, 28 April 2013

Arti Sebuah Senyuman


“Apalah arti sebuah senyuman?” meminjam bahasa sastrawi ala Shakespeare, begitulah kira-kira pengantar dari sebuah tulisan ini. Jawabannya mungkin sederhana bahwa senyum memberikan hidup lebih berarti. Bukankah senyuman adalah awal dari persehabatan yang baik. Senyuman semacam chemistry yang mengikat, ada yang sementara saja atau mungkin untuk selamanya.

comments
Selasa, 23 April 2013

Ethnic Runaway, Episode: Fatukoto Timor Tengah Selatan – NTT



Memang kemilau etnik di Nusa Tenggara Timur tak habis untuk dieksplorasi. Tak berselang lama Ethnic Runaway kembali ke Pulau Timor, sempat sebelumnya Ethnic Runaway dengan Episode: Fatukopa Timor Tengah Selatan tayang Maret lalu, kali ini Trans Coproration berkesempatan untuk menayangkan Ethnic Runaway, Episode: Fatukoto yang merupakan sebuah desa di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan - NTT dengan mendatangkan dua orang artis Jakarta, mereka adalah Agung Hercules dan Chacha Frederica.
 
comments
Kamis, 11 April 2013

Qua Vadis Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Timur



Serasa perlu kiranya saya menulis tentang suatu proses yang selama beberapa tahun ini saya alami dalam pekerjaan. Salah satunya adalah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Memang banyak pihak yang menilai bahwa Musrenbang Provinsi hanya seremonial tahunan belaka, sebagai ajang silahturahmi antara pejabat pusat dengan daerah, antar Muspida atau antara pemerintah daerah kabupaten dengan pemerintah provinsi. Penilaian seperti inilah yang kerap kali muncul dalam perhelatan pelaksanaan Musrenbang digelar. Pemahaman ini dikarenakan banyak pihak tidak memahami proses dalam perencanaan dan penganggaran yang menguras begitu banyak harapan dan energi. Anggapan bahwa musrenbang tidak menghasilkan apa yang diinginkan masyarakat, mungkin bisa bahas kembali dengan memperhatikan kewenangan dan kapasitas penganggaran yang dimiliki daerah. Sementara itu substansi penting dari sebuah perencanaan adalah menentukan tindakan yang akan diambil berdasarkan urutan pilihan yang ada dengan memperhitungkan kebutuhan dana yang tersedia. Sementara Pemerintah Provinsi NTT masih dipusingkan dengan kesenjangan fiskal dalam pembiayaan pembangunannya.

comments
Senin, 08 April 2013

Mitologi Asal Usul Pulau Timor


Pulau Timor (google maps)

Pulau Timor dengan luas sekitar 30.777 km² ini, terletak dibagian selatan nusantara. Dalam sejarah politik pulau ini dipartisi menjadi dua bagian selama berabad-abad akibat penjajahan. Melalui perjanjian Lisboa pada tahun 1859, Belanda dan Portugis menjalin kesepakatan bahwa Belanda menguasai bagian barat pulau Timor dan Portugis menguasai bagian timurnya. Sekarang Timor Barat atau dahulu dikenal sebagai Timor Belanda sampai 1949, telah menjadi bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur - Indonesia, sedangkan Timor Timur atau dahulu dikenal sebagai Timor Portugis, sebuah koloni Portugis sampai tahun 1975 dan sempat menjadi bagian dari Indonesia hingga tahun 1999, dan pada tahun 2002 telah menjadi negara merdeka Republik Demokratik Timor Leste. Walau demikian menurut legenda masyarakat di Pulau Timor baik di bagian barat maupun timur sebagai akar sejarah budaya yang sama sebelum kedatangan imprealisme, bahwa Pulau Timor berasal dari buaya (Crocodylidae) yang menjelma menjadi sebuah pulau.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;