Senin, 18 Februari 2013

5 (Lima) Paket Cagub-Cawagub Pemilukada NTT 2013-2018

Prosesi politik lima tahunan telah kembali disambut di tanah Flobamora. Momen yang dinantikan karena Nusa Tenggara Timur akan kembali menggelar Pemilihan Kepala Daerah secara langsung untuk yang kedua kalinya. Sekedar review lima tahun yang lalu Pemilukada NTT 2009-2013, hanya diikuti oleh 3 (tiga) Paket dan dimenangkan oleh Paket Fren (Drs. Frans Lebu Raya - Ir. Esthon L. Foenay, M.Si) dalam satu putaran saja. Namun nuansa akan berbeda karena kali ini akan diikuti oleh 5 (lima) paket pasangan Cagub-Cawagub Pemilukada NTT 2013-2018, yang tentunya akan lebih semarak dan lebih kompetitif dalam menemukenali permasalahan NTT, menemukan solusi dan kemudian dijadikan visi, misi dan program sebagai tawaran politik untuk menuju Nusa Tenggara Timur lebih baik. Tentu bukanlah hal yang mudah menyelesaikan semua permasalahan NTT yang kompleks, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang luar biasa oleh para kandidat, yang kini berhasil menjadi putra-putra terbaik dari tanah Flobamora dari berbagai latar belakang yang terpilih menjadi Cagub-Cawagub NTT periode 2013-2018, untuk maju dan bersaing secara sportif di ranah kontestasi politik.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT sebagai peserta pemilihan kepala daerah di NTT periode 2013-2018. Adapun lima pasangan yang ikut serta dalam Pilkada NTT yaitu:

1)    Ir. Esthon L. Foenay, M.Si – Paul Edmundus Tallo, S.Sos. M.Par (Paket ESTHON-PAUL)


Pasangan ini dipimpin oleh wakil gubernur petahana (incumbent) yang saat ini maju sebagai kandidat Calon Gubernur NTT 2013-2018 dan didampingi oleh seorang pengusaha dibidang pariwisata yang merangkap juga sebagai dosen di Akademi Pariwisata Denpasar Bali. Secara politik pasangan ini diusung Partai Gerindra dan PDS. Paket ini mencitrakan diri dengan semangat kampanye “NTT Sejahtera dan Berdaya Saing”, dengan tagline NTT BISA (Berkualitas, Inovatif, Sigap dan Aktif).

2)  Drs. Ibrahim Agustinus Medah – Emanuel Melkiades Lakalena, S.Si., Apt (Paket Tunas)


Calon gubernur dari paket ini, maju ke pilkada untuk yang kedua kalinya, sebelumnya menempati urutan kedua dalam perolehan suara di Pemilukada NTT tahun 2009-2013. Beliau saat ini menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan maju dengan pasangan baru yang adalah mantan Sekjen Pengurus Pusat PMKRI periode 2002-2004. Paket ini diusung Partai Golkar dengan moto kampanye Tekad Untuk Nusa Tenggara Timur (TUNAS) Mandiri, Adil dan Sejahtera dalam mewujudkan perubahan bersama rakyat NTT.

3)  Drs. Christian Rotok – Ir. Abraham Paul Liyanto (Paket CristAL)


Calon gubernur dari paket ini adalah Bupati yang telah menjabat dua periode di Kabupaten Manggarai NTT, sedangkan pasangan calon wakil gubernur adalah anggota DPD RI Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini. Pasangan ini merupakan satu-satunya dari jalur independen alias tidak mewakili partai manapun, namun secara kolektif mendapatkan dukungan masyarakat untuk maju sebagai kandidat dalam Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur NTT 2013-2018. Paket ini memiliki semangat kampanye CristAL, dari rakyat untuk rakyat NTT, mewujudkan NTT yang UTUH (Urgen, Tangguh, Unggul dan Harmonis).

4)  Drs. Frans Lebu Raya – Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si (Paket Frenly)


Paket ini dipimpin oleh gubernur petahana (incumbent) yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur NTT 2013-2018, dengan pasangan calon wakil gubernur baru yang merupakan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) saat ini. Pasangan ini didukung oleh Koalisi Kebangsaan yang terdiri dari PDIP, PPP, PKB, Hanura dan PKS. Paket ini terkenal dengan moto, “Sehati Sesuara Sejahterakan Rakyat NTT”.

5)  Dr. Benny Kabur Harman, SH, MH – Willem Nope, SH (Paket BKH-NOPE).


Calon gubernur dari paket ini adalah anggota DPR RI NTT Fraksi Partai Demokrat dengan pasangan calon wakil gubernur adalah mantan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) yang kini menjadi anggota DPRD NTT dari wilayah Kabupaten TTS. Paket peserta Pilkada Gubernur – Wakil Gubernur NTT 2013-2018, BKH-Nope ini didukung oleh Koalisi NTT Bangkit yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Pelopor, PAN, PPI, Republikan, PDK, PPDI, dan PKPB. Dengan slogan kampanye "Untuk NTT lebih baik dan bermartabat" Semangat program dari paket ini adalah Dana Desa 500 juta/tahun. 

Sebelumnya terdapat satu paket pasangan Benedictus Bosu dan Melkianus Adoe (Paket BBM), yang tidak diloloskan oleh KPU NTT dalam Pemilukada 2013-2018, karena tidak memenuhi persyaratan kelengkapan berkas administrasi dukungan parpol.

Jika dilihat dari profil cagub-cawagub di atas, setidaknya tergambar latar belakang komponen dalam masyarakat Nusa Tenggara Timur yang majemuk. Seperti keterwakilan profesi, suku, budaya, agama, bahkan pulau di NTT. Semuanya tentu memiliki basis pendukung yang solid, hingga kemudian hasil perhitungan TPS yang menentukan. Kita tinggal menunggu bagaimana proses ini berjalan dalam satu putaran, atau mungkin juga hingga dua putaran pemilihan. Dengan jumlah suara DPT sebesar 2.997.928 jiwa yang akan diperebutkan, maka masyarakat Nusa Tenggara Timur telah siap menyambut dengan menentukan pilihan untuk Nusa Tenggara Timur lima tahun ke depan. Sementara itu jadwal yang ditetapkan untuk pemilihan adalah 18 Maret 2013, dan selamat bersiap berpartisipasi dalam menentukan pilihan! (*) 

Sebulan menjelang Pilkada NTT 2013-2018,
Kupang, 18 Februari 2013
©daonlontar.blogspot.com


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang pasti akan menuliskan apa ada yang ada di pikiran dan perasaannya.. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;