Selasa, 18 Desember 2012

Koran di Kota Makassar


Lama nian baru saya menginjakkan kaki kembali di Kota Makassar. Kebetulan suatu pagi saya berada di tempat fotocopyan di bilangan Pintu I Unhas, saya sempat melihat-lihat beberapa koran lokal yang dipajang disuatu kios. Namun kemudian saya memiliki ide untuk membeli semua terbitan koran lokal saat itu, tertanggal 18 Desember 2012. Dan akhirnya membawa pulang lima koran terbitan Makassar ke penginapan. Adapun deskripsi kelima koran tersebut adalah sebagai berikut:
  • Harian Pagi Fajar Makassar  

Koran yang sudah cukup lama eksistensinya sejak tahun 1981. Koran dengan tagline “bijak di garis tak berpihak”, mengambil tema utama “Habibie dihina, SBY terganggu”, sedangkan gambar utama adalah aksi polwan yang sedang berlatih dalam pengamanan pilgub Sulsel.

Harian ini diterbitkan oleh PT. Media Fajar yang dipimpin oleh Bapak H. Syamsu Nur. Redaksi beralamat di Jl. Urip Sumoharjo No. 20 Makassar (Gedung Graha Pena), telp (0411) 441441 dan fax (0411) 441225, serta e-mail fajar@fajar.co.id. Koran ini edisi terbit nomor 311 Tahun ke-9, dengan 44 halaman dan harganya Rp 5000, sedangkan harga berlangganan Rp. 100.000/bulan.
  • Tribun Timur


Koran yang yang mengklaim sebagai koran yang tetap nomor satu di Makassar. Mengambil tagline “spirit baru Makassar”. Tema utama edisi hari ini adalah “Zona teroris resahkan warga”, dan gambar utamanya adalah gambaran rencana megaproyek reklamasi pesisir pantai Kota Makassar.

Harian ini diterbitkan oleh PT. Bosowa Media Grafika, yang dipimpin oleh Bapak H. Maddo Pammusu. Redaksi beralamat di Jl. Cendrawasi No. 430 Makassar 90134, telp (0411) 8115555 dan fax (0411) 8115522, serta e-mail tribuntimur@yahoo.com, sedangkan website koran ini beralamat di www.tribun-timur.com. Koran ini edisi terbit nomor 311 Tahun ke-9, dengan 36 halaman seharga Rp. 3000, sedangkan harga berlangganan Rp. 70.000/bulan.
  • Seputar Indonesia Edisi Sulsel & Sulbar

Koran ini lebih dikenal dengan Koran Sindo, yang mulanya ada nama program berita di Televisi RCTI yang kemudian berkembang ke media koran. Disamping terbitan nasional koran ini juga terbit dalam edisi daerah. Koran dengan tagline “sumber referensi terpercaya”, ini mengambil headline utama adalah “Tommy Soeharto Ekspansi ke Makassar”, sedangkan gambar utamanya adalah foto Presiden SBY dan isteri, bersama B. J Habibie sebelum menyaksikan film Habibie & Ainun. 

Harian ini diterbitkan oleh PT. Media Nusantara Informasi yang dipimpin oleh Bapak Hary Tanoesoedibjo. Alamat Biro Sulawesi Selatan di Jl. Haji Bau No. 10 Makassar, telp (0411) 854303, fax (0411) 854676 dan e-mail redaksi@seputar-indonesia.com, dengan  alamat website koran di www.sindonews.com. Koran ini edisi terbit nomor 2706 Tahun ke-8, dengan 28 halaman seharga Rp. 2000, sedangkan harga berlangganan Rp. 50.000/bulan.
  • Harian Rakyat Sulsel

Koran ini menetapkan taglinethe political news reference yang mengklaim sebagai koran politik pertama di Indonesia Timur, menurunkan berita utama “keluarga Malaranggeng janji buka-bukaan”, dengan gambar utama kartun tiga Malaranggeng bersaudara yang sedang pentas musik.

Koran ini diterbitkan oleh PT. Rakyat Sulawesi Selatan Intermedia, yang merupakan bagian dari Fajar Group dan dipimpin oleh Bapak Subhan Yusuf. Redaksi beralamat di Jl. Hertasning No. 54 Makassar, telp (0411) 880474, fax (0411) 880473, dan e-mail redaksi@rakyatsulsel.com, sedangkan website koran ini beralamat di www.rakyatsulsel.com. Koran dengan 20 halaman ini seharga Rp. 2500 dan harga langganannya Rp. 70.000/bulan.
  • Harian Berita Kota Makassar

Koran ini memiliki tagline “suara lokal, pembela rakyat”. Menurunkan berita utama “Kapolda: Kalau ada yang halangi, tembak!”, dan gambar utamanya adalah foto terpidana Frans Tunggono saat digiring oleh anggota Kejari Makassar.

Harian ini dipimpin oleh Bapak Mustawa Nur yang merupakan bagian dari Fajar Group, dengan alamat redaksi di Jl. Urip Sumoharjo No. 20 Makassar (Gedung Graha Pena Lt. 3), telp (0411) 451313, dengan e-mail redaksibkm@yahoo.co.id, serta website koran beralamat di www.beritakotamakassar.com. Koran dengan 16 halaman ini berharga eceran Rp. 2500,-  

Saya mengira lima koran diataslah yang representatif terbitan koran Makassar, walau mungkin ada koran yang lainnya, namun kebetulan saya tidak menemukan di lapak-lapak penjual koran hari ini seperti Harian Ujungpandang Ekspress. Setelah saya membaca dan mencoba riset kecil-kecilan mengamati informasi di kelima koran ini, maka saya menemukan beberapa kesamaan berita yang dimuat, karena memang beberapa koran berada dalam satu group yang sama. Namun juga ada perbedaan muatan opini redaksi koran, yang terlihat dari perbedaan sisi atau cara pandang penulisan berita koran. Sebenarnya ada lembaga yang memonitor setiap pemberitaan di semua media massa dan bukan kapasitas saya menilai secara keseluruhannya.

Dari koran-koran ini saya sempat mengingat semasa mahasiswa. Kala mengunjungi lapak tempat membaca koran di bilangan Pintu II Unhas, yang hanya dengan membayar sekitar Rp. 2000,- sudah bisa membaca seluruh koran lokal maupun nasional sepuasnya. Entahlah apakah usaha itu masih ada atau tidak lagi seiring dengan kemajuan media  digital saat ini. (*)

Makassar, 18 Desember 2012
©daonlontar.blogspot.com



comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;