Selasa, 18 Desember 2012

Koran di Kota Makassar


Lama nian baru saya menginjakkan kaki kembali di Kota Makassar. Kebetulan suatu pagi saya berada di tempat fotocopyan di bilangan Pintu I Unhas, saya sempat melihat-lihat beberapa koran lokal yang dipajang disuatu kios. Namun kemudian saya memiliki ide untuk membeli semua terbitan koran lokal saat itu, tertanggal 18 Desember 2012. Dan akhirnya membawa pulang lima koran terbitan Makassar ke penginapan. Adapun deskripsi kelima koran tersebut adalah sebagai berikut:
  • Harian Pagi Fajar Makassar  
comments
Minggu, 16 Desember 2012

Halaman Rawa Tamalanrea




Adalah suatu jalan membuka ingatan masa lalu, ketika bisa kembali datang melihat-lihat rumah kos atau biasa kami menyebutnya pondokon, tempat tinggal semasa kuliah di Tamalanrea Makassar. Kenangan panjang yang tergurat dalam masa pencarian pendidikan yang selalu membekas dalam dinding kayu, rumah panggung dan halaman rawa. Hal itu terukir sebagai mozaik pengalaman dengan balutan suka dan duka, harapan dan tantangan hingga ikhtiar dan realitas yang kesemuanya berakhir dengan semangat bersahaja sebagai mahasiswa di rantau. 
 
comments
Selasa, 11 Desember 2012

Menyeberang ke Pulau Libukang Kab. Jeneponto SULSEL


Pulau Libukang (Geogle earth)

Sebagai bagian dari aplikasi materi Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana (DFPP) Muda Angkatan XI Pusdiklatren – Bappenas dan Pusat Penelitian Pengembangan Kebijakan dan Manajemen (P3KM) Unhas Makassar 2012, maka kami melakukan Orientasi Lapangan (OL) di Pulau Libukang. Kegiatan ini untuk melihat sejauh mana pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan di Pulau Libukang. Perjalanan di mulai dari Kota Makassar ke Kabupaten Jeneponto sekitar dua jam perjalanan. kemudian dilanjutkan dengan menyeberang ke Pulau Libukang menggunakan perahu yang berjarak  ± 500 meter dalam waktu 15 menit. Nama Pulau Libukang juga sama dengan nama sebuah pulau di Palopo yang juga berada di Sulawesi Selatan bagian utara.

comments
Senin, 10 Desember 2012

Menikmati Konro Kuda!



Konro kuda (abufarhat)
Suatu kesempatan bisa bertandang bersama tim ke Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Sebuah kabupaten di Sulsel yang sepintas iklimnya menyerupai kondisi umum di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu gersang dan terlihat kurang sekali vegetasi yang tumbuh di daerah ini dan yang kebanyakan terlihat adalah Pohon Lontar. Namun ada hal yang menarik dan sepertinya telah menjadi kebiasaan pemerintah daerah setempat untuk menjamu para tamu dari daerah lain, adalah dengan membawa rombongan kami untuk mencicipi kuliner khas di Jeneponto yaitu Konro dan Coto Kuda!. Kontan hal ini disambut oleh rombongan kami yang sebagian besar dari NTT dan memang belum pernah sama sekali menikmati hidangan spesial daging kuda.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;