Kamis, 29 Maret 2012

Kupang Testimony by Victoria Whyte

Adalah Victoria Whyte, seorang backpacker asal Kanada yang membuat dokumentasi pendek tentang Kota Kupang. Perempuan cantik dengan panggilan Tori ini, begitu menyukai dan menikmati Kota Kupang. Ia mengawali kisah dari penerbangan selama 75 menit dari Bali ke Kupang - Pulau Timor dan berada di Kupang selama tiga minggu. Ia mengangkat tema video “two minute travels with Tori”, sebagai panduan praktis, yang membahas tentang penginapan, tempat makan, tempat hang out, transportasi (bemo) dan beberapa keunikan Kupang lainnya. Begitu juga dengan tempat wisata yang indah seperti Gua Kristal, air terjun Oenesu dan Pulau Kera. Kurangnya ketika ia melafalkan nama Kupang dengan Kupeng, sehingga terdengar seperti Kup-e-ng!.

comments
Kamis, 22 Maret 2012

Mencari Mushola di Even Regional

Seminggu yang lalu, ada yang berbeda dari di kantor saya. Saat itu datang beberapa pekerja membangun dua buah tower tank (tandon) dibagian halaman belakang kantor. Dari masing-masing tandon tersebut dibangun pipa pancuran dengan lima mata leding. Salah satu bagian dari pipa pancuran diberikan bilik sedangkan yang satunya dibiarkan terbuka. Tidak hanya di luar gedung yang mengalami sedikit perubahan. Begitupun di dalam gedung. Meja, kursi dan perangkat lainnya yang semula berada di ruang rapat pimpinan dikeluarkan. Tak lama kemudian datang beberapa petugas yang membawa sejumlah karpet gulung.

comments
Senin, 19 Maret 2012

Menikmati kacang rebus!

Sambil menonton atau mengobrol di musim penghujan seperti ini paling nikmat jika ditemani dengan cemilan. Salah satunya adalah kacang rebus yang biasa dijual keliling hingga kompleks perumahan. Memang di musim penghujan seperti ini banyak ditemukan penjual kacang rebus di kota Kupang, mereka tidak menggunakan kereta dorong seperti di kota lainnya, namun membawa kacang rebus dengan pikulan atau juga dijunjung di atas kepala. Saya cukup menikmati kacang rebus, bahkan kucing jantan saya juga menggemarinya, seraya mengeong lagi setelah jatahnya rampung dilahap.

comments
Senin, 12 Maret 2012

Musim Barat di Pantai Kupang



Di antara Bulan November hingga April setiap tahunnya, beberapa kali sering terjadi badai besar di pesisir Kota Kupang. Angin musim barat yang bertiup pada musim penghujan tersebut sangat kencang hingga mengakibatkan gelombang laut yang besar dan menghantam pesisir kota. Gelombang ini menghempas mulai dari pesisir utara hingga barat pantai Kota Kupang yang berkisar 0,5 - 3,0 meter.
comments
Selasa, 06 Maret 2012

Muti Salak, Untaian Mutiara Nusa Tenggara Timur

photo: http://www.beadazzled.net

Dikisahkan pada masa kolonial, VOC menekan raja-raja di Sabu agar menyediakan budak bagi kepentingan VOC yang berkedudukan di Kupang. Namun tekanan itu menghasilkan perlawanan bagi masyarakat Sabu yang dipimpin oleh Rai Dimu. Puncaknya pada tahun 1674, rakyat Dimu merampas isi sebuah kapal VOC yang terdampar di pantai dan seluruh awak kapal dibunuh. Berita ini membuat pimpinan VOC yang bermarkas di Kupang geram, maka setahun kemudian dikirimlah suatu ekspedisi untuk menghancurkan Dimu. Sehingga terjadilah perang yang berlangsung sengit antar dua pihak, namun perang sepertinya berakhirnya seri hingga VOC kemudian mengumumkan gencatan senjata. VOC menuntut rakyat Dimu untuk membayar ganti rugi sebanyak 300 budak, 150 tahel emas dan 150 tahel muti salak dengan kesepakatan VOC akan meninggalkan Pulau Sabu. Dalam realisasinya, Dimu hanya membayar 240 budak, 80 tahel emas dan muti salak.


comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


 
;