Minggu, 26 Februari 2017

13 Bulan Usiaku

Sudah 1 tahun 1 bulan usiaku dan aku sudah mempunyai kemampuan bicara di atas rata-rata anak seusiaku. Bahkan aku sudah mengulang secara spontan kata-kata yang diujar oleh kedua orangtuaku, dan bahkan menyambung apa yang sedang disampaikan oleh kedua orangtuaku dengan kata-kata yang matching. Kata-kata yang sering aku ucapkan adalah kata-kata seru seperti, appa tu, appa ni, appa ta, yang sepintas serasa menjadi kata tanya. Selain itu ada kata-kata yang baru dan paling sering aku ucapkan adalah betabay, manna manna, badabaah, imaahh, imay, baahh, imiih, heistss (ujaran mengusir kucing “ucil” yang ingin masuk ruangan) dan ada juga kata seru andalanku batjaaaaa!!, yang disampaikan secara kaget-kagetan. Kadang aku terlihat juga bermain sendiri sambil berkata-kata layaknya penyair.

comments
Kamis, 26 Januari 2017

Alhamdulilah 1 tahun usiaku


Kini telah satu tahun usiaku. Tak ada perayaan megah hanya bersama ayah dan ibu serta mainan-mainan yang selama ini menemaniku, cukup dengan sebuah kue ulang tahun, yang ternyata kemudian hanya dihabiskan oleh kedua orangtua dan aku hanya menikmatinya sedikit. Ada peristiwa lucu di kala harus meniup kue ulang tahun, aku ingin menghindar dan pergi karena ada perasaan takut melihat nyala api lilin atau mungkin karena kuenya, namun akhirnya lilinpun dapat dipadamkan dan kami semuan bahagia sudah melewati waktu satu tahun dikehidupan awalku ini.

comments
Senin, 26 Desember 2016

11 Bulan Kini Usiaku!

Hari demi hari berlalu dan aku beranjak menemukan sedikit demi sedikit pengalaman tumbuh kembangku. Aku kini memiliki waktu 8 jam sehari semalam untuk tidur dan 16 jam disisa waktu diisi dengan bermain, kadang bermain sendirian, kadang juga bermain sambil ditemani ayah dan ibu. Begitu banyak mainan yang sudah dibeli ayah dari tugas dinasnya ke ibu kota, dan sebegitunya aku seperti bosan dan ingin merengkuh apa saja dan menganggapnya sebagai mainan. Salah satunya aku sudah bisa menyisir rambut sendiri, karena sudah sering merasakan rambutku disisir dan juga melihat ayah dan ibu yang sering menyisir rambut. Aku semakin aktif baik di tempat tidur maupun dilantai, yang kadang membuat aku kejedot baik di tempat tidur karena aku sering membantingkan badanku di atas spring bed yang sudah dipendekkan, namun sering aku salah tempat dan justru kepalaku mengenai dinding kamar. Demikian juga ketika aku sedang merangkak dengan cepat, kala karena terlalu semangat akhirnya membuat tulang pipiku membentur lantai, alhasil dua hal itu membuat aku menangis!

comments
Sabtu, 26 November 2016

Alhamdulillah, Sepuluh Bulan Usiaku!


Di awal bulan kesembilanku, tepatnya tanggal 29 Oktober, aku mengalami sebuah pengalaman dalam membentuk identitas feminimku, bahwa aku perempuan. Ayah dan ibu membawaku ke Toko Emas Sahabat di Jalan Ikan Tongkol Kupang, untuk memasang sepasang anting-anting. Tembakan pertama di telinga sebelah kiri membuatku kaget dan langsung menangis, untuk tembakan kedua tak membuatku kaget lagi, ayahku yang merasakan karena aku didalam pangkuannya. Sebelumnya aku terlihat maskulin, banyak orang yang melihatku seperti anak cowok, namun dengan telinga yang telah memakai anting-anting, mempertegas diri bahwa aku seorang perempuan. Kini juga aku telah mempunyai gigi genap berjumlah enam, empat gigi seri di atas dan dua gigi seri di bawah, walaupun di sisi lain aku masih tetap rewel di masa pertumbuhan gigiku.

comments
Selasa, 22 November 2016

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sejak Dini di Kota Kupang


Pada tanggal 22 November 2016, bertempat di Aston Hotel and Convention Center Kupang, dilaksanakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sejak Dini. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjsama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA RI) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A NTT). Tema kekerasan menjadi isu utama kenapa kegiatan ini dilaksanakan, mengingat bahwa manusia pada dasarnya sejak lahir telah memiliki hak untuk hidup yang melekat sebagai wujud keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Salah satunya adalah bebas dari penyiksaan maupun tindak kekerasan. Nyatanya kasus kekerasan cukup menyita perhatian masyarakat di Provinsi NTT dalam kurun waktu terakhir ini dengan korban terutama pada perempuan dan anak yang dianggap paling lemah.

comments
Rabu, 26 Oktober 2016

Genap Usiaku Sembilan Bulan

Hari berlalu dan aku semakin menunjukkan perkembangan yang baik, aku bisa menghibur diri sendiri dengan bertepuk tangan tanpa bimbingan lagi. Begitu ada yang menyenangkan hatiku maka aku spontan bertepuk tangan sambil tersenyum geli atau hingga tertawa lebar. Di bulan ini aku juga mengalami momen pertama kali jatuh dari tempat tidur, hanya sepersekian detik lepas dari pengawasan kedua orangtuaku aku pun terjatuh dari tempat tidur yang hampir setinggi 80 cm dengan posisi kepala terlebih dahulu, aku menangis hebat namun tidak mengalami memar apa-apa. Ini adalah hal unik bagi semua bayi, menurut orang-orang selalu ada malaikat pelindung bagi bayi yang jatuh dari tempat tidur. Oleh karena kejadian tersebut ayahku akhir memangkas tempat tidur menjadi lebih pendek dengan mengeluarkan dasar tepat tidur.

comments
Minggu, 09 Oktober 2016

“The Game”, Kasus Jessica dan Mirna

foto: m.harianindo.com

Bermula dari tanggal 6 Januari 2016, Wayan Mirna Salihin, 27 tahun, meninggal dunia sehabis meneguk kopi di Olivier Café, Grand Indonesia. Pada saat kejadian, Mirna sedang berkumpul bersama kedua sahabatnya, Hani dan Jessica Kumala Wongso. Berdasarkan hasil otopsi oleh pihak kepolisian, ditemukan pendarahan pada lambung Mirna yang dikarenakan adanya zat yang bersifat korosif masuk dan merusak mukosa lambung. Zat korosif tersebut dipastikan berasal dari asam sianida yang ada dalam kopi yang diminum Mirna. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka. Jessica dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan kemudian kasus inipun bergulir ke meja pengadilan.

comments

Catatan....!!!

Menulis bukan bakat, tetapi kemauan. Dalam kisah setiap orang yang bersentuhan dengan pendidikan akan mengawali dengan belajar menuliskan namanya masing-masing untuk pertama kalinya. Guratan pertama mungkin bengkok, kaku bahkan menciptakan satu abjad baru. Secara perlahan menulis mengantarkan seseorang menuju pencerahan, karena menulis membuat orang membaca dan sebaliknya membaca membuat orang menulis. Menulis merupakan pembelajaran, dan tidak hanya sekumpulan kalimat tetapi merupakan sekumpulan nilai dan makna. Kini cara menulis tidak lagi menggunakan pahat dan batu, tongkat dan pasir atau dengan kemajuan teknologi tidak lagi dengan tinta dan kertas tetapi sudah beranjak pada keyboard dan screen. Banyak kisah dan sejarah masa lalu yang tidak terungkap, karena tak ada yang mencatatnya atau bahkan lupa untuk mencatatnya. Mengutip kalimat singkat milik Pramoedya Anantatoer, “hidup ini singkat, kita fana, maka aku akan selalu mencatatnya! Agar kelak abadi di kemudian hari…” Catatan adalah sebuah kesaksian dan kadang juga menjadi sebuah pembelaan diri. Seseorang pernah memberiku sebuah diary, dengan sebuah catatan yang terselip. Kelak aku akan mengembalikannya dalam keadaan kosong karena aku telah mencatatnya di sini….!!!


Kolam Inspirasi

 
;